Hiruk-Pikuk Menjadi Seorang Mahasiswa Tinjauan Pendidikan ( Diskusi Disiang Bolong Yang Berujung Mengkuliti Pendidikan Hari Ini )
Pendidikan hari ini rupanya membuat segelintir orang gelisah, baik mahasiswa/I tingkat awal maupun tingkat akhir,
seperti hal-Nya saya sendiri yang sedang merasakan gundah gelisah di penghujung semester ini.
Yah singkat saja..
saya sedikit melirik dengan mata kepala saya sendiri , bahwasanya dimana pendidikan hari ini sudah di jadikan sebagai lokomotif kegiatan prostitusi para lembaga insitusi kebijakan. Yah mudah-mudahan analisis saya salah. Padahal sekolah sendiri konon katanaya berasal dari bahasa yunani yang berarti waktu luang yang di gunakan secara khusus untuk belajar ( leisure devodet to learning ) “ skohle, scola, scolae atau schola.
Sedikit teringat di dalam buku sekolah itu candu, bahwasanya sekolah sendiri awalnya hanya sebuah tempat yang dimana hanya untuk menyimpan anak-anaknya ketika dia sedang sibuk dan memberi upah ke seorang yang mendidiknya.
Sedangkan sekolah/instansi lembaga, hari ini mulai sedikit ada kemajuan, mulai dari sistematisnya kurikulum yang di buat sedemikian rapihnya, sampai-sampai membuat peserta didik kebingungan terhadap kurikulum yang di buat menteri pendidikan tiap tahun nya, yah bisa di bilang ini agenda kepentingan.
Tapi hari ini nyatanya system pendidikan jauh dari kata mencerdaskan manusia yang ada di dalamnya, yaudah lah hanya kritikan saya terhadap lembaga hari ini.!!!
Mau gimanapun saya masih hidup di Negara tercinta ini, karena tak ada gunanya kalo hanya mengkritik dan tak bisa bantu banyak terhadap lembaga pendidikan ini.
Adakalanya saya sangat ingin sekali yang namanya diskusi itu sebagai kebutuhan peserta didik, baik di kalangan SD-SMA maupun sampai ke perguruan tinggi. Karena nyatanya hari ini pendidikan hanya di hafal dan di ukur dengan capaian angka. Sudahlah saya tak mau banyak berkomentar terhadap instansi hari ini.!!!!
Yang bisa di kerjakan tinggal kerjakan. Kalo emang sedikit kurang sepakat terhadap keadaan realita yah tinggal obrolkan.
Berangkat dari kegiatan kritikan yang tak berujung mencapai akhir episode/cerita, nyatanya saya sangat ingin sekali yang namanya membuat lembaga nonformal.
Yuhuu, akhirnya Sekolah pada akhirnya mempunyai makna luas dan bisa siapa saja membukanya, baik sekolah hewan, sekolah mengemudi, sekolah teater, sekolah yang tak bertuah dan sebagainya.
Sudahlah tulisan ini hanya ungkapan tuangan hasil diskusi tadi siang, yah mudah-mudahan bisa menjadi cambukan yang kuat bagi saya selaku mahasiswa di akhir semester ini.
Eh iyah satu lagi, ini mungkin tulisan hanya omongan tak bertuah dan bagi saya ini tulisan hanya seperti isi tong sampah.
Iyah sampah, yang bisa di daur ulang dan bisa di bakar.
Sudah sudah anggap saja tulisan guyonan, tapi isinya anggap kenyataan yah.
Sekian terimakasih yang sudah mau meluangkan waktu luangnya untuk membaca tulisan yang kurang berbobot ini. Hiihihhiihiihihiih
Purwakarta di penghujung Desember
👍👍
BalasHapus